> ## Documentation Index
> Fetch the complete documentation index at: https://docs.mertani.co.id/llms.txt
> Use this file to discover all available pages before exploring further.

# Create Role

Fitur **Create Role** digunakan untuk membuat peran baru dalam sistem yang akan digunakan sebagai dasar pengelompokan akses pengguna.\
Setiap role berfungsi sebagai wadah untuk sekumpulan **permission** yang dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan operasional.

<Card title="Fungsi Role">
  Role menyederhanakan manajemen permission dalam skala besar dengan cara mengelompokkan akses berdasarkan tanggung jawab, bukan per individu pengguna.
</Card>

***

## Tujuan dan Use Case

Pembuatan role baru biasanya dilakukan dalam kondisi berikut:

* Penambahan struktur organisasi baru
* Kebutuhan akses spesifik untuk tim tertentu
* Pemisahan tanggung jawab antar pengguna
* Implementasi kontrol akses berbasis fungsi (RBAC - Role-Based Access Control)

***

## Behavior Sistem

Saat role baru dibuat, sistem akan menerapkan aturan berikut:

* Role baru **tidak memiliki permission secara default**
* Role harus dikonfigurasi lebih lanjut melalui **Permission System**
* Role dapat langsung digunakan untuk assign ke pengguna, meskipun belum memiliki akses
* Nama role harus unik (tidak boleh duplikat)
* Perubahan atau penghapusan role akan berdampak pada pengguna yang menggunakannya

<info>
  Disarankan untuk langsung mengatur permission setelah membuat role agar role dapat digunakan secara optimal.
</info>

***

## Prasyarat

Sebelum membuat role baru, pastikan:

* Anda memiliki akses ke menu manajemen role
* Struktur permission dalam sistem sudah dipahami
* Penamaan role mengikuti standar organisasi (misalnya: Admin, Supervisor, Operator)

***

## Langkah Create Role

<Steps>
  <Step title="Access Role Management Page" toc={false}>
    Buka menu **Instansi** → **Peran Pengguna** untuk mengakses daftar role yang tersedia.
  </Step>

  <Step title="Create New Role" toc={false}>
    Klik tombol `Role Baru +` untuk memulai proses pembuatan role baru.
  </Step>

  <Step title="Enter Role Name" toc={false}>
    Masukkan nama role yang deskriptif dan sesuai dengan fungsi pengguna.

    Hindari penggunaan nama yang ambigu atau terlalu umum.
  </Step>

  <Step title="Save Role" toc={false}>
    Klik tombol **Simpan** untuk menyimpan role ke dalam sistem.

    <Frame>
      <video src="https://mintcdn.com/mertani/yrybY0Cd-4ZXOwAB/assets/dashboard-guides/access-control/add-userrole.webm?fit=max&auto=format&n=yrybY0Cd-4ZXOwAB&q=85&s=f2310572dbab3281e69d85e248c26ad7" controls autoPlay loop playsInline muted data-path="assets/dashboard-guides/access-control/add-userrole.webm" />
    </Frame>
  </Step>
</Steps>

***

## Setelah Role Dibuat

Setelah role berhasil dibuat, langkah berikutnya yang direkomendasikan:

1. Masuk ke menu **Permission System**
2. Pilih role yang baru dibuat
3. Tentukan permission yang sesuai
4. Simpan konfigurasi

Tanpa langkah ini, role tidak akan memiliki akses terhadap fitur apa pun.

***

## Dampak Penggunaan Role

Role yang telah dibuat dan dikonfigurasi akan:

* Mengontrol akses pengguna terhadap menu dan fitur
* Menentukan aksi yang dapat dilakukan (create, read, update, delete)
* Menjadi dasar dalam sistem keamanan dan audit

***

## Best Practice

Untuk memastikan pengelolaan role tetap optimal:

* Gunakan penamaan yang konsisten dan deskriptif
* Hindari membuat terlalu banyak role dengan fungsi yang mirip
* Terapkan prinsip **least privilege**
* Dokumentasikan setiap role dan permission-nya
* Lakukan audit role secara berkala

***

## Note

* Role bersifat fleksibel dan dapat diubah sewaktu-waktu
* Perubahan pada role akan berdampak ke semua pengguna yang menggunakan role tersebut
* Disarankan untuk menghindari perubahan mendadak pada role yang digunakan secara luas
