Pengaturan Level Status digunakan untuk menentukan kondisi peringatan (normal, waspada, bahaya, dll.) berdasarkan nilai pembacaan sensor. Konfigurasi ini berlaku secara otomatis dan digunakan di seluruh sistem — termasuk visualisasi peta, tabel pemantauan, dan sistem alerting.
Setiap instansi dapat mengatur level status secara mandiri — nama level, warna badge, dan rentang nilai dapat disesuaikan dengan standar lokal atau regulasi yang berlaku.
Kategori yang Dapat Dikonfigurasi
| Kategori | Deskripsi |
|---|
| ARR | Intensitas curah hujan — per jam dan akumulasi harian |
| AWLR | Tinggi muka air — mendukung pola naik (banjir) dan turun (kekeringan) |
| WQMS | Kualitas air — dikonfigurasi per parameter sensor |
| AQMS | Kualitas udara — umumnya mengikuti standar indeks ISPU/AQI |
Cara Membuka Konfigurasi
Buka menu Pengaturan
Masuk ke Pengaturan → Level Status.
Pilih kategori device
Pilih tab kategori yang ingin dikonfigurasi: ARR, AWLR, WQMS, atau AQMS.
Pilih device
Dari daftar device, klik badge status pada device yang ingin dikonfigurasi:
- Belum Diatur — konfigurasi belum pernah dibuat
- Sudah Diatur — konfigurasi sudah ada, klik untuk mengedit
Panel konfigurasi akan terbuka di sisi kanan layar.
Antarmuka Konfigurasi
Setiap konfigurasi level status menggunakan antarmuka yang sama:
| Elemen | Fungsi |
|---|
| Nama kriteria | Label level yang ditampilkan sebagai badge di dashboard |
| Warna | Warna badge — dapat dipilih dari color picker atau input kode Hex/RGB |
| Dari | Batas bawah range nilai |
| Sampai | Batas atas range nilai |
| Limit ☑ | Aktifkan untuk nilai tak terbatas di ujung range (contoh: > 20 atau < -80) |
| Drag handle (⠿) | Seret untuk mengubah urutan kriteria |
| Kriteria baru + | Tambah level baru di bagian bawah |
Gunakan Limit pada kriteria pertama atau terakhir untuk menangani nilai di luar batas normal — misalnya level “Sangat Lebat” dengan range > 100 atau level “Sangat Rawan” dengan range < -80.
Konfigurasi per Kategori
ARR — Curah Hujan
AWLR — Tinggi Muka Air
WQMS — Kualitas Air
AQMS — Kualitas Udara
Konfigurasi ARR memiliki dua sub-konfigurasi yang terpisah: per jam (intensitas sesaat) dan harian (akumulasi).Status per Jam
Menentukan status berdasarkan nilai curah hujan dalam 1 jam terakhir.Cara mengatur:
- Pada panel konfigurasi
level status device ARR, pastikan berada di tab Status per Jam
- Tambah kriteria dengan klik “Kriteria baru +”
- Isi nama level, pilih warna, dan tentukan range Dari dan Sampai
- Untuk level tertinggi, aktifkan Limit dan gunakan nilai
> [angka]
- Urutkan kriteria dari terendah ke tertinggi menggunakan drag handle
- Klik “Simpan”
Contoh konfigurasi:| Level | Dari | Sampai | Warna |
|---|
| Berawan | 0 | 0.1 | Abu-abu |
| Hujan Ringan | 0.2 | 20 | Biru muda |
| Hujan Sedang | 20.1 | 50 | Kuning |
| Hujan Lebat | 50.1 | 100 | Oranye |
| Sangat Lebat | 100 | > 100 (Limit ☑) | Merah |
Status Harian
Menentukan status berdasarkan akumulasi curah hujan sejak waktu yang ditentukan hingga 24 jam berikutnya.Terdapat dua pengaturan tambahan di bagian atas:| Field | Keterangan |
|---|
| Waktu mulai akumulasi | Jam mulai penghitungan akumulasi harian (contoh: 07:00 → akumulasi dihitung 07:00–06:59 hari berikutnya) |
| Time Zone | Offset zona waktu dalam angka (contoh: 7 untuk WIB / UTC+7, 9 untuk WITA) |
Kriteria level diisi dengan cara yang sama seperti status per jam. Konfigurasi AWLR mendukung dua pola peringatan yang berbeda tergantung karakteristik lokasi:| Pola | Kondisi | Contoh penggunaan |
|---|
| Level Status Naik | Semakin tinggi nilai = semakin berbahaya | Pos banjir, sungai pasang |
| Level Status Turun | Semakin rendah nilai = semakin berbahaya | Waduk kekeringan, sumur, area genangan yang mengering |
Pilih tab yang sesuai pada panel konfigurasi device.Level Status Naik
Contoh konfigurasi (Pos Duga Air — Sungai):| Level | Dari | Sampai | Warna |
|---|
| Normal | 0 | 387 | Hijau |
| Waspada | 387.1 | 518.3 | Kuning |
| Siaga | 518.4 | 615 | Oranye |
| Awas | 615 | > 615 (Limit ☑) | Merah |
Level Status Turun
Untuk pola turun, level paling berbahaya berada di nilai terendah. Gunakan Limit pada kriteria dengan nilai terkecil.Contoh konfigurasi (TMA — Area Genangan):| Level | Dari | Sampai | Warna |
|---|
| Tergenang | 0 | > 0 (Limit ☑) | Biru |
| Normal | -40 | 0 | Hijau |
| Rawan | -80 | -40 | Kuning |
| Sangat Rawan | < -80 (Limit ☑) | -80 | Merah |
Untuk Level Status Turun, Limit diletakkan di field Dari (bukan Sampai) karena batas berbahaya ada di sisi bawah range.
Konfigurasi WQMS dilakukan per parameter sensor — setiap parameter (TDS, pH, Ammonia, BOD, COD, dll.) memiliki konfigurasi level statusnya masing-masing.Cara mengatur:
- Buka pengaturan
level status device WQMS
- Pilih parameter sensor yang ingin dikonfigurasi
- Isi kriteria sesuai baku mutu yang berlaku
- Klik “Simpan”
Contoh konfigurasi (Water TDS):| Level | Dari | Sampai | Warna |
|---|
| Memenuhi Baku Mutu | 0 | 1 | Hijau |
| Cemar Ringan | 1 | 5 | Biru |
| Cemar Sedang | 5 | 10 | Kuning |
| Cemar Berat | 10 | > 10 (Limit ☑) | Merah |
Status global device WQMS mengikuti parameter paling kritis (worst-case). Jika satu parameter berstatus “Cemar Berat”, status keseluruhan device ikut naik ke level tersebut meskipun parameter lain dalam kondisi baik.
Konfigurasi AQMS dilakukan per parameter kualitas udara (PM2.5, PM10, CO, SO₂, NO₂, dll.) dengan mengikuti indeks standar ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) atau AQI yang ditetapkan oleh instansi lingkungan hidup.Cara mengatur:
- Buka pengaturan
level status device AQMS
- Pilih parameter sensor yang ingin dikonfigurasi
- Isi kriteria sesuai indeks yang berlaku
- Klik “Simpan”
Contoh konfigurasi (PM2.5):| Level | Dari | Sampai | Warna |
|---|
| Baik | 0 | 50 | Hijau |
| Sedang | 50 | 100 | Biru |
| Tidak Sehat | 100 | 200 | Kuning |
| Sangat Tidak Sehat | 200 | 300 | Merah |
| Bahaya | 300 | > 300 (Limit ☑) | Hitam |
Karena AQMS umumnya mengikuti regulasi nasional, disarankan untuk mengacu pada standar ISPU yang berlaku saat mengisi range nilai setiap level.
Tips Konfigurasi
| Tips | Alasan |
|---|
| Hindari overlap antar range | Nilai yang masuk ke dua range sekaligus dapat menghasilkan status yang tidak konsisten |
| Gunakan warna yang konsisten | Hijau = aman, kuning = waspada, oranye = siaga, merah = bahaya — memudahkan pembacaan visual |
| Selalu gunakan Limit di ujung range | Memastikan nilai ekstrem (sangat tinggi atau sangat rendah) tetap mendapat status yang tepat |
| Urutkan dari level terendah ke tertinggi | Memudahkan pembacaan dan menghindari kesalahan konfigurasi |
| Ikuti standar instansi jika tersedia | Terutama untuk WQMS dan AQMS yang memiliki regulasi baku mutu resmi |