Skip to main content
Menu Kalibrasi Sensor digunakan untuk menyesuaikan hasil pembacaan sensor agar sesuai dengan kondisi referensi di lapangan. Hasil kalibrasi disebut Sintetik Data, inilah yang digunakan di seluruh sistem untuk dashboard, grafik, tabel, laporan, dan export data.

Konsep Dasar

Hal penting yang perlu diketahui:
  • Kalibrasi hanya berlaku untuk data baru, data historis tidak akan berubah
  • Jika tidak ada kalibrasi yang dikonfigurasi, sistem menggunakan nilai default: x (raw = sintetik)
  • Perubahan unit (misalnya dari cm ke meter) hanya mengubah label, nilai berubah hanya jika rumus kalibrasi diubah

Metode Kalibrasi

Berbasis Rumus

Transformasi matematis langsung menggunakan nilai sensor x

Berbasis Parameter

Menggunakan nilai sensor lain dalam satu device sebagai referensi

Berbasis Dataset

Konversi non-linear menggunakan tabel lookup

Berbasis Kondisi (Conditional)

Percabangan logika untuk membedakan range nilai dengan rumus berbeda

1. Kalibrasi Berbasis Rumus

Metode paling umum menggunakan rumus matematika dengan x sebagai nilai sensor. Contoh rumus:
Contoh Visualisasi Kalibrasi:
Contoh kalibrasi sensorContoh kalibrasi sensor
TMA = tinggi instalasi ke dasar sungai - sensor record Hasil = 200 - x

2. Kalibrasi Berbasis Parameter

Menggunakan nilai sensor lain dalam device yang sama sebagai bagian dari rumus kalibrasi. Format: [id_sensor]
Metode ini memungkinkan pembuatan virtual sensor (parameter turunan), sensor yang tidak secara fisik ada di perangkat, tetapi nilainya dihitung dari kombinasi sensor yang ada. Studi kasus - Menghitung Debit dari Water Level: Device hanya memiliki sensor water level (cm), tetapi ingin ditampilkan juga nilai dalam meter dan nilai debit. Hasil dengan Raw Data x = 200 cm:
Parameter turunan (virtual sensor) tidak dapat digunakan kembali sebagai referensi [parameter] untuk kalibrasi sensor lain. Gunakan sensor fisik asli sebagai referensi.Contoh yang tidak diperbolehkan:

3. Kalibrasi Berbasis Dataset

Digunakan untuk konversi non-linear berdasarkan tabel referensi (lookup table). Cocok untuk hubungan antara dua parameter yang tidak dapat direpresentasikan dengan rumus matematika sederhana. Fungsi:
Contoh dataset (penampang_basah): Contoh implementasi - Menghitung Debit dengan Dataset:
Pastikan nilai input berada dalam range yang tercakup oleh dataset. Nilai di luar range dapat menghasilkan output kosong atau tidak akurat. Lihat panduan lengkap di Manajemen Dataset.

4. Kalibrasi Berbasis Kondisi (Conditional)

Metode ini memungkinkan percabangan logika, membedakan range nilai sensor dan menerapkan rumus yang berbeda untuk masing-masing kondisi. Sangat berguna untuk data sensor yang memiliki karakteristik berbeda pada rentang nilai tertentu. Format:
Nesting (percabangan bersarang): Kondisi dapat ditumpuk untuk lebih dari 2 range:

Contoh: Rating Curve dengan Multi-Range

Sebuah sensor water level mengukur ketinggian air dalam cm. Hubungan antara ketinggian dan debit berbeda pada range rendah, menengah, dan tinggi: Rumus:
Contoh Perhitungan:

Contoh Lain: Konversi Suhu dengan Threshold

Sensor suhu mentah dalam Fahrenheit, perlu dikonversi ke Celsius dengan koreksi berbeda pada range ekstrem: Rumus:
Hasil:

Kombinasi dengan Metode Lain

Kalibrasi kondisi dapat dikombinasikan dengan metode lain: Kombinasi dengan Parameter ([id_sensor]):
Debit dikalikan faktor 1.05 jika suhu > 30°C, atau 0.98 jika ≤ 30°C
Kombinasi dengan Dataset (DATASET()):
Lookup ke dataset berbeda tergantung range nilai
Kombinasi Rumus + Parameter + Kondisi:
Metode kondisi menggunakan operator ternary (? :). Pastikan setiap kondisi menghasilkan nilai true atau false. Gunakan parentheses () untuk mengelompokan kondisi dan rumus dengan benar.
Saat menggunakan nesting (percabangan bersarang), pastikan setiap kondisi dan rumus dibungkus dengan parentheses yang benar untuk menghindari error parsing.

Operator yang Didukung

Fungsi trigonometri (sin, cos, tan) menggunakan radian secara default. Jika nilai input dalam derajat, gunakan torad() untuk konversi: sin(torad(90)).

Cara Mengatur Kalibrasi

Kalibrasi sensor dapat diakses melalui dua jalur:
1

Buka halaman Manajemen Device

Masuk ke menu Manajemen Device.
2

Buka detail device

Pilih device yang sensornya ingin dikalibrasi, lalu buka halaman detail device.
3

Buka daftar sensor

Masuk ke tab atau menu Sensor Device untuk melihat semua sensor pada device tersebut.
4

Buka pengaturan kalibrasi

Klik badge kalibrasi pada sensor yang ingin dikonfigurasi. Panel kalibrasi akan terbuka.
5

Input rumus kalibrasi

Panel kalibrasi terdiri dari dua bagian:
  • Tabel kiri -> menampilkan referensi data raw vs sintetik untuk validasi
  • Form kanan -> tempat menginput rumus kalibrasi
Ketik = untuk membuka daftar sensor dan dataset yang tersedia. Pilih sensor atau dataset untuk menyisipkan ID-nya ke dalam rumus secara otomatis.
6

Atur unit output (opsional)

Jika kalibrasi mengubah satuan (misalnya cmmeter), perbarui field Unit sesuai satuan hasil kalibrasi.Ingat: mengubah unit tidak mengubah nilai, perubahan nilai hanya terjadi melalui rumus kalibrasi.
7

Simpan kalibrasi

Klik “Simpan”. Rumus akan diterapkan pada data baru yang masuk setelah penyimpanan.

Memilih Metode yang Tepat

Last modified on July 29, 2026